Semua Tentang Liga Amarta sampai Tamat
Iwan/Ardianto, Galih dan ada nama lain seperti Wendra, Alan. sudah lama tidak bermain sepak bola di situ, namun generasi penerus sepak bola
liga amarta yang mesih kecil-kecil sekarang juga menjadi korbannya. Liga Amarta bertempat
di perum gondangmanis permai, tepatnya di jalan amarta.
Memang aneh rasanya, lapangan multi fungsi kok nggak boleh dibuat untuk bermain sepak bola.
Alasannya katanya cukup sederhana, bisa merusak tanaman dan jemuran yang ada di situ.
Lha ini lapangan tanah milik negara kok ada acara nandur tanaman di situ, jemuran juga,
Mestinya pemiliknya, saya tidak sebutkan namanya yang tidak seharusnya menjemur,
memelihara tanaman, ada juga yang menjadikan gudang, karena itu fasilitas umum,
bertengkar dengan salah satu alumni dari SMK swasta di kudus. Namun kita dulu tidak kenal
menyerah. Kita Lawan dia!!! Eh dia malah mengatakan ucapan konyol seperti
"Tak Obong Sekolahmu!!" Hehe, aneh kan?? Itu terjadi sekitar awal tahun 2006.
Nah liga amarta sekarang sebelum dilarang bermain, ini kasihan sekali, anak kecil-kecil,
Pasti kalau diusir seperti itu langsung takut..padahal mereka bermain dengan bola plastik.
Sudah ada 2 kali rapat RT yang menyinggung masalah itu, yang pertama, pada saat saya dkk.
masih bermain sepak bola di situ, namun pada saat kami masih bermain, saya dkk. tidak
menghiraukan rapat RT tersebut, dan rapat yang kedua ini, lalu dipasangi papan konyol tanpa
alasan tsb. di bawah ini :
diambil pada akhir 2005 : camera model : SIE MC60


saat liga sudah tamat
foto : tahun 2008, liga bubar..
Nah, inilah yang menjadi biang kerok, tanaman dan gudang aneh :
untuk umum.. Apakah ini salah satu dari ketidakadilan di dunia???










Iya seharusnya fasilitas umum tidak digunakan seperti itu..
Comment by nita — June 6, 2008 @ 2:46 pm