David Hartanto, mahasiswa indonesia berprestasi yang pernah mengangkat martabat indonesia dalam olimpiade matematika dunia 2005, diyakini dibunuh di NTU Singapura dikabarkan karena penelitiannya yang bernilai tinggi
“Multiview acquisition from multi-camera configuration for person adaptive 3D display 3D Rekonstruski Dari CCTV, Syarat Utama Pendukung Intelligent Video Surveillance System.” adalah penelitian David Hartanto Wijaya, teknologi ini “Semacam hologram tiga dimensi yang bisa hidup di udara.”
Dari latar pemahaman animasi dan software, latar bekerja di perusahaan post, lalu mengetahui riset Lucas Art dari Vidiyama, serta membaca judul skripsi David, plus mendapatkan email dari blogger di Singapura, juga mengakuan sosok gadis bernama Angel, mahasiswi yunior David di NTU, maka saya menduga, bahwa penemuan David adalah: Kemampuan membuat gambar visual tiga dimensi yang bisa tayang ke udara, khusus untuk teknologi intelijen, di mana sosok orang digital bisa diprogram masuk ke ruang tertentu dipantau melalui kamera CCTV, gerakannya dipandu pemindai gerak (motion capture); dapat mengirim data, suara, layaknya manusia benaran yang sedang kita perintah bekarja.
Jika benar demikian, hebat. bukan.
Ketika di risetnya 70%, sesuai penuturan Angel, sebagaimana sudah saya tulis di Sketsa saya kedua soal David, profesor-nya tidak yakin David mampu. “Jika kamu bisa, kamu akan dapat Nobel,” ujar Angel, mengutip David. Gadis itu penasaran atas kesibukan David selama dua pekan menyelesaikan tugas akhir yang tak mau diganggu. Ia lalu menmgunjungi David dan mendapatkan keterangan demikian.
Pada pagi sebelum berangkat ke kampus, David sudah memeindahkan data skripsinya ke flash-disk. Juga mebawa note book-nya dalam ransel, plus bekal minuman air putih dalam botol besar.
“Sesuai dengan info kawan-kawanya di Singapura yang saya terima, hari itu skripsinya sudah samapi 90% final,” ujar Hartono Wijaya, sang ayah.
Malang tak dapat diduga, kampus yang seharusnya menjadi wadah para ilmuwan yang berdedikasi kepada keilmuan dan kejujuran, sebaliknya justeru kini meninggalkan tanda tanya besar. Jika indikasi pembunuhan memang kini menguat, riset jitu anak penggemar game dan visual itu pun diduga kuat sesuatu yang sangat berarti.
Pertanyaaan, mengapa David harus mati?
Hingga di sini adalah tugas jurnalisme perlu melakukan verifikasi terus-menerus menjadi penting.
Dan Inilah ada sebuah Tulisan yg dibuat oleh rekan David Hartanto, mahasiswa indonesia berprestasi yang pernah mengangkat martabat indonesia dalam olimpiade matematika dunia 2005, yang sedang kuliah di nanyang University Technology Singapore :
Perkenalkan nama saya Sylvia Yusim, mahasiswa Tekkim 2005, dan baru lulus Januari tahun ini. Malam ini, saya sempat membaca beberapa post dari kakak-kakak mengenai kasus mahasiswa NTU bernama David Hartanto.
Awalnya, pada saat kasus ini tersebar di Indnesia, dikatakan David Hartanto menusuk dan kemudian bunuh diri. Sebagai seorang teman yang pernah sekelas dua tahun dan duduk di sebelah kanannya selama setahun, saya cukup mengenal David Hartanto. Apalagi dua minggu lalu, kami sempat berbincang di facebook. Tentu saja saya kaget bukan main dan rasanya tidak percaya David atau kami sapa Ming-Ming bisa berbuat demikian. Tapi saya dan teman-teman saya yang ada di dalam ataupun di luar negeri tidak percaya sama sekali akan berita yang ada di media. Banyak teman-teman saya yang berada di NTU dan mereka shock berat mendengar berita itu dan juga tidak percaya. Kami hanya bisa berdoa agar kebenaran dari Tuhan saja yang terungkap.
Doa keluarga dan rekan-rekan kelihatannya telah didengar Tuhan, kemarin malam pemerintah Singapura meralat berita bahwa David tidak bunuh diri (Headline News / Umum / Jum’at, 06 Maret 2009 20:04 WIB –>Metrotvnews. com, Singapura: Kematian David Hartanto Wijaya, mahasiswa Indonesia di Universitas Nanyang, Singapura, masih diliputi misteri. Media Singapura mulai mengoreksi berita terkait kematian David. Ia dikabarkan terjatuh dari lantai empat gedung kampus tersebut. Padahal, sebelumnya media Singapura gencar menyebutkan David melompat setelah menusuk salah seorang dosennya.)
Banyak kejanggalan yang ditemukan dalam kasus ini. Saya juga sudah menemui keluarga David dan berbincang dengan mereka. Kejanggalan inilah yang tidak diungkap oleh media Singapura supaya nama negara mereka dan NTU yang notabene universitas papan atas tidak jatuh pamornya.
Kalo kakak-kakak ingin tahu, kejanggalan apa saja yang ada dalam kasus ini, saya dapat menyampaikan beberapa point dari fakta-fakta yang diungkapkan keluarga David.
1. Munculnya berita bahwa David menyerang Profesor Chan Kap Luk, lalu bunuh diri, padahal tidak ada bekas sayatan di pergelangan tangan seperti yang diberitakan, lalu darimana muncul berita tersebut? Untuk apa dimunculkan berita palsu bahwa David menyayat pergelangan tangannya?
2. Saat keluarga tiba disana senin malam setelah kejadian, keluarga ingin langsung melihat jenazah David, namun dihalangi oleh pihak2 tertentu, dengan alasan sudah peraturan, tentu saja keluarga harus menurut, apalagi saat itu keluarga masih syok. Lalu saat diizinkan melihat kondisi jenazah keesokan harinya, keluarga hanya diizinkan untuk melihat jenazah bagian leher ke atas, sedangkan bagian tubuh yang lain telah ditutupi plastik. Keluarga Hartanto juga telah mengkonfirmasikan ke pihak polisi Singapura, tidak ada luka di bagian pergelangan tangan. Saat itu keluarga Hartanto juga melihat di bagian leher depan (daerah leher dibawah bahu) terdapat banyak plesteran luka.
Pertanyaannya. Untuk apa keluarga Hartanto menunggu 1 hari untuk melihat jenazah keluarga kandung mereka sendiri? Mengapa jenazah harus ditutupi oleh plastik? Apakah benar ada peraturan seperti itu? Atau hanya karangan pihak2 tertentu saja untuk menutupi kenyataan? Darimana asal luka di leher? Mengapa jenazah David terlihat berdarah cukup parah di bagian bokong?
3. Saat keluarga tiba di TKP senin malam, karena tidak diizinkan untuk melihat jenazah, keluarga datang ke NTU untuk melihat TKP, namun saat sampai, polisi tidak menemukan satupun bekas darah ataupun police line. Hebat bukan? Hanya dalam waktu sekitar 7 jam sejak waktu kejadian, TKP telah bersih total, adakah alasan untuk buru2 membersihkan TKP?
4. Lalu keluarga datang melihat kamar David, dan apa yang ditemukan? Ternyata semua peralatan komputer yang ada di kamar itu semua MENYALA. Apakah seorang yang mau bunuh diri akan menyalakan semua peralatan komputernya? Bahkan menurut kesaksian seorang teman, account MSN David masih menyala. Apakah hal ini terlihat seperti David mau mengakhiri hidupnya? Bahkan dia masih bermain game online sampai jam 2 pagi di hari kejadian bersama teman yang tadi menjenguk keluarga David.
5. Pada ruangan profesor tertinggal tas David yang biasa dia bawa, dan tebak apa yang dia bawa dalam tasnya? Sebuah handuk dan botol air mineral 1,5 L. (Semua yang mengenal Ming2 pasti tahu, dikelas, sejak SD, Ming2 selalu membawa handuk, bahkan kadang dikalungkan di leher saat berada di kelas, dia juga selalu membawa air minum yang banyak karena mamanya selalu berpesan untuk banyak mengkonsumsi air). Apakah seorang yang mau membunuh, lalu bunuh diri, akan membawa barang seperti itu? Akan jauh lebih mudah untuk membawa sebilah pisau yang besar (lebih besar dari pisau berukuran 10cm yang muncul di TKP, yang entah milik siapa).
6. Keluarga dihalang-halangi saat hendak bertemu dengan Profesor Chan Kap Luk, dengan alasan, saat itu dia sedang di ICU, dan kenyataannya? Hari rabu sang Profesor telah keluar dari rumah sakit. Apakah ada catatan seorang yang menderita luka tusukan parah yang harus masuk ICU, dapat keluar dari rumah sakit dalam tidak sampai 2 hari? Benarkan sang Profesor terluka? Toh profesor ini tidak pernah muncul di media
7. Saat keluarga ingin bertemu dengan “saksi mata” yang melihat David melompat dari lantai 4, pihak NTU menghalangi dengan alasan hal itu harus dirahasiakan. Oke, kalau begitu, darimana kita tahu kalau benar2 ada orang yang melihat kalau David benar2 melompat, bukannya terjatuh ataupun dijatuhkan orang?
8. Data tentang David dan FYP (Final Year Project) nya telah dihapus dari database NTU. Hanya dalam 2 hari, NTU langsung menghapus data topik FYP yang sedang David kerjakan, adakah alasan khusus dibalik keterburu-buruan pihak NTU untuk menghapus data tersebut? Tidakkah ada rasa ingin mengenang salah satu mahasiswa berprestasinya, alih-alih langsung menghapus data, seakan David tidak pernah kuliah disana? Padahal skripsi David merupakan skripsi yang masuk 3 skripsi terbaik di Elektro. (Bukti penghaspusan bisa dilihat di kaskus yang ter-record oleh teman kuliah David disana yang tidak saya kenal namanya)
9. Polisi Singapura menahan Laptop dan HP milik David dan akan dikembalikan setelah penyelidikan selesai. Untuk apa? Orang tuanya pun bingung karena tidak boleh mengambil laptopnya saat disana.
10. Pisau yang ada di TKP, dilaporkan berasal dari hall 4, itu hasil investigasi? Atau hanya karangan? Seorang teman di NTU berkata bahwa biasanya seorang dosen memiliki pisau kecil di ruangannya yang biasa digunakan untuk memotong buah. Jadi? Itu pisau milik David Hartanto atau Chan Kap Luk? Orang tua David pun yang bertanya polisi bukti dari mana pisau itu dari hall 4 tidak memperoleh jawaban dari polisi setempat.
11. Waktu kejadian adalah sekitar jam 10.45 waktu Singapura hari Senin, apakah tidak terdengar aneh jika hanya sedikit sekali mahasiswa yang ada dan menyaksikan kejadian? Adakah tekanan dari pihak NTU untuk tutup mulut?
12. Senjata yang ditemukan -pisau buah 10cm- ditemukan tanpa gagang, dimanakah gagangnya? Mengapa tidak dilakukan analisa sidik jari? Jelas tidak mungkin menusuk seseorang tanpa menggunakan gagang pisau, jadi entah siapapun yang menusuk siapa, pasti ada gagangnya. Ketika keluarga bertanya dimana gagangnya, polisi menjawab patah tanpa alasan yang jelas.
Kejanggalan- kejanggalan diatas membuat kami (keluarga dan sahabat) ingin menuntut agar kasus ini diusut sampai tuntas. Kabar bahwa David STRESS akibat beasiswa dicabut, nilai tugas akhirnya diberikan jelek, dlll. hanya dibuat untuk memojokkan David. David sudah memberitahukan keluarga tentang pencabutan beasiswa satu bulan yang lalu dan keluarga-nya pun tidak masalah karena keluarga ini masih mampu membiayai anaknya sekolah di luar. Apalagi hanya 1 semester lagi yang hanya berjumlah S$3000 saja yang dapat dicicil 20 tahun. Tuduhan David stress juga tidak mungkin. Dia bukan tipe orang yang stress, dia orang yang sangat cuek terhadap nilai. Tapi Tuhan menganugerahkan dia kepintaran sehingga dia tidak perlu bersusah payah mendapat bagus apalagi untuk matematika dan fisika. Dia sangat baik dan suka mengajarkan teman-temannya. Lalu apa salah dia pintar dan ikut Olimpiade Matematika. Guru SMA kami yang mengantarkan dia ikut olimpiade ke Mexico saja tidak
percaya akan berita itu karena guru kami sangat percaya siapa itu David.. Satu hal yang perlu diketahui David juga gemar bermain game, kartu, dan juga suka bercanda tawa, dia anak yang sangat periang dan tidak pernah bermaslah di sekolah. Jangankan membunuh, pegang pisau saja dia tidak mahir. Kalau makan di NTU, dia turun ke kantin atau masak popmie. Sungguh aneh, pembunuhan karakter yang dilakukan pemerintah Singapura.
Mungkin tulisan saya yang begitu panjang ini sedikit membosankan, apalagi David Hartanto juga nama yang asing bagi sebagian besar orang. Namun, saya disini sebagai orang yang mengenal David alias Ming-Ming apalagi kami berada di kelas 3 IPA 4 yang sangat kekeluargaan merasa sangat sedih ketika teman kami dianggap STRESS, GILA, Psikopat, pembunuh, dll. Kami sekali lagi hanya bisa berdoa kepada Tuhan dan memberikan kesaksian bahwa Ming-Ming sangat jauh daripada apa yang di media. Hanya Tuhan yang mampu membukakan kebenaran yang sesungguhnya dan menegakkan keadilan di dunia yang tidak adil ini.. Walaupun Ming-Ming sudah tidak ada di dunia ini, saya percaya dia masih hidup di hati kami…dan kami akan bertemu di surga nanti.
Saya menutup tulisan saya dengan menyertakan link berikut:
http://charleschris tian.wordpress. com/2009/ 03/05/a-tribute- to-david- hartanto- my-classmate/
Kasus ini juga sedang hangat di www.kaskus.us
Terakhir, saya berharap tulisan ini bisa membuat kakak-kakak mengenal sekilas siapa David yang kami kenal. Saya juga berharap tulisan ini tidak menimbulkan perdebatan karena sebagai seorang teman saja wajib memberitahukan bahwa Dia tidak pantas diperlakukan seperti ini, setidaknya dari sudut pandang saya.Mohon bantuan doannya saja agar misteri kasus ini dapat terungkap. Terima kasih kak.
- Sylvia Yusim -
courtesy : Indonesian Community..dLL..









